jenis jenis mata sharinggan

jenis jenis mata sharinggan
sharinggan

Sabtu, 15 Februari 2014

TENTANG PENGHIJAUAN


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penghijauan adalah kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam menangani krisis lingkungan dan pemanasan global yang sedang terjadi saat ini. Penghijauan mempunyai berbagai peran dan fungsi. Peran dan fungsi dari penghijauan diantaranya adalah sebagai paru-paru kota yang sangat diperlukan makhluk hidup untuk pernapasan, sebagai pengatur lingkungan yang dapat memberikan kesejukan, kenyamanan serta kesegaran di lingkungan sekitar, sebagai pencipta lingkungan hidup yang dapat melestarikan keindahan yang ada di lingkungan hidup tersebut sebagai penyeimbangan alam yang dapat membentuk tempat hidup alam untuk satwa yang hidup di sekitar lingkungan tersebut sebagai perlindungan yang dapat memberikan kondisi fisik alami di sekitar lingkungan; sebagai keindahan yang dapat dijadikan panorama lingkungan hidup sebagai kesehatan yang dapat memberikan fisik, jasmani, maupun rohani yang sehat bagi makhluk hidup yang ada di sekitarnya; sebagai rekreasi yang dapat memberikan kesenangan bagi masyarakat sekitar sebagai pendidikan yang dapat memberikan pengetahuan lebih luas lagi mengenai penghijauan.
Di alam terjadi proses hubungan timbal balik, saling ketergantungan antar komponen. Apa yang dibuang akan menjadi bahan baku bagi yang lain, sehingga tidak ada komponen yang hilang dengan percuma. Selain itu, di alam tidak ada yang gratis, oleh sebab itu semua dinamika komponen pendukungnya berpengaruh pada lingkungan, termasuk hasil perbuatan manusia. Oleh sebab itu jika kita ingin memperoleh lingkungan yang berkualitas baik, maka kita juga harus memperlakukan lingkungan dengan baik. Salah satu cara adalah dengan dengan peduli terhadap keberadaan pohon. Kepada masyarakat perlu disosialisasikan manfaat keberadaan pohon bagi kelangsungan hidup manusia, antara lain menahan laju air sehingga akan lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah, dengan struktur tajuk dan kerimbunan dedaunan, debu, dan abu dapat menempel pada daun, yang di saat hujan akan tercuci oleh air hujan, dengan tajuknya yang lebat, barisan pohon mampu mengurangi kecepatan angin.
Pentingnya kawasan hijau, selain menjadi tugas pemerintah, juga merupakan kewajiban bagi masyarakat. Hal ini mengingat bahwa hasil akhir yang akan diperoleh, secara langsung dirasakan oleh penduduk perkotaan sebagai daya dukung lingkungannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pentingnya penghijauan di wilayah perkotaan kini bukan lagi semata-mata sebagai kewajiban pemerintah, akan tetapi menjadi kewajiban semua pihak.

B. Tujuan Praktikum
1. Untuk menciptakan lingkungan yang asri, nyaman dan bersih
2. Meningkatkan pengetahuan terhadap pentingnya lingkungan yang asri agar terciptanya lingkungan yang sehat pula
3. Membangun kesadaran masyarakat yang mempunyai wawasan lingkungan yang luas merupakan " tiang pondasi " dalam menjaga kondisi lingkungan benar-benar jauh dari berbagai sumber pengrusakan dan pencemaran lingkungan

C. Manfaat Praktikum
1. Menyerap karbon akibat pembakaran baik asal rumah tangga, kendaraan bermotor atau lingkungan sekitar. Gas-gas karbon inilah yang ditengarai menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi gas-gas di udara sehingga menyebabkan memantulnya kembali sinar matahari ke permukaan bumi dan berakibat meningkatnya suhu permukaan bumi (pemanasan global). Melalui proses fotosintesis, gas karbon (CO2) juga diproses oleh pohon untuk menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat diperlukan manusia.
2. Menyaring kotoran (debu jalanan, abu pabrik/rumah tangga). Kerimbunan daun-daun di ranting-ranting pohon menjadi tempat menempelnya debu jalanan, abu pabrik maupun abu rumah tangga, yang selanjutnya pada saat hujan, kotoran atau abu tersebut akan tercuci oleh air hujan.
3. Mereduksi beberapa zat pencemar udara. Sebagian zat-zat pencemar di udara memiliki kandungan asam yang apabila terbawa hujan dan membentuk hujan asam yang dapat membahayakan kesehatan kulit dan menimbulkan korosi. Tajuk dan dedaunan pohon akan berfungsi untuk menahan hujan, dan pada beberapa jenis pohon akan mengeluarkan air gutasi untuk menetralkan kandungan asam yang di bawa air hujan.
4. Meningkatkan kenyamanan lingkungan. Pepohonan mampu membentuk mikroklimat yang sejuk, mengurangi kebisingan, mencegah silaunya sinar matahari, mengurangi bau busuk serta menyekat pemandangan yang kurang layak



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Penghijauan
Penghijauan adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis Iingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seturuh Indonesia. Termasuk Kediri dan sekitarnya Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan Taman-taman kota, taman-taman Iingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Pengijauan dalam arti luas adalah segala daya upaya untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air ata pelindung ling-kungan.
Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H1206 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu peritingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalarn menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.

B. Peran dan fungsi penghijauan
Penghijauan berperan dan berfungsi :
1. Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan
2. Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar
3. Pencipta lingkungan hidup (ekologis)
4. Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya
5. Perlindungan (protektif), terbadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu)
6. Keindahan (estetika)
7. Kesehatan (hygiene)
8. Rekreasi dan pendidikan (edukatif)
9. Sosial politik ekonomi.
Ciptakan hutan kota Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hut:an tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan ikIim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.

C. Ecokampus
Kondisi alam saat ini semakin mengalami penurunan kualitas lingkungan. Daya dukung untuk keberlanjutan hidup umat manusia pun semakin berkurang. Pengrusakan lingkungan terjadi diseluruh pelosok muka bumi ini. Berbagai bencana sebagai dampak kerusakan lingkungan terjadi di mana-mana. Akibatnya keberlanjutan hidup manusia menjadi terancam. Upaya yang bisa kita lakukan hanyalah memperlambat percepatan kerusakan lingkungan tersebut, misalnya dengan keterkaitan kampus. Mengapa perlu kampus terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup? Kampus, sebuah kekuatan besar yang menghasilkan ilmuwan-ilmuwan masa depan, turut memberikan andil besar dalam pengrusakan lingkungan. Kampus kita, sebuah Institut Terbaik Bangsa, sekaligus juga merupakan Institut Terparah Bangsa karena tidak sedikit menghasilkan generasi-generasi perusak kehidupan bangsa.
.
Eco-Campus secara umum memiliki arti kampus yang berwawasan lingkungan. Secara terminologi “Eco” atau “Eko” berasal dari kata oikos (eko = rumah = lingkungan = alam). Definisi dari Eco-Campus adalah kampus sebagai rumah dimana seluruh komponen di dalam nya menjaga rumah tersebut agar menjadi nyaman dan lestari untuk memberikan manfaat untuk kehidupan orang banyak. dari kata Eco-Campus ini sangatlah mendalam, tidak hanya mengandung arti kampus yang berwawasan lingkungan, tetapi menjadi kampus yang “berperilaku ramah lingkungan”. Kampus yang berperilaku ramah lingkungan tidak hanya menjadi perilaku mahasiswa nya saja. Akan tetapi seluruh civitas akademika meliputi, dosen, karyawan, MWA, bahkan rektor sekalipun harus menjadi tauladan dalam berperilaku ramah lingkungan.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di lingkungan kampus kami sudah melakukan penghijauan tersebut dengan menambahkan, menanam berbagai macam jenis tanaman. Tanaman tersebut di tanam dilingkungan kampus supaya udara dari lingkungan sekitar dapat memberikan udara yang baik ke setiap gedung perkuliahan. Tidak sekedar hanya menanam pohon, manfaat dari pohon tersebut juga diperhitungkan, misalnya pohon pinang yang bijinya dapat dimanfaatkan untuk mengobati beri-beri, cacingan, perut kembung, luka, diare, serta batuk berdahak. Sedangkan daunnya bisa untuk menambah nafsu makan dan mengobati sakit pinggang. Daun pohon pinang juga banyak dimanfaatkan untuk bungkus makanan. Sementara sabutnya bisa dipakai untuk menyembuhkan beri-beri, sembelit (susah buang air besar), dan gangguan pencernaan dan banyak manfaat pohon lainnya.